Pada hari Kamis, 25 Juni 2009, sang raja pop Michael Jackson meninggal dunia akibat serangan jantung. Tragis. Michael dikatakan mengidap penyakit kekhawatiran atau disebut sebagai hypochondria. Tarak Ben Ammar, mantan produser rekaman dan sahabat Jacko memberikan protes, “Para dokter itu, yang merawatnya sepanjang karier, selain merusak wajahnya juga menawarkannya obat penenang. Jacko adalah pengidap hypochondria dan siapa pun tidak akan mengetahui apabila dirinya sakit jika dikelilingi oleh dokter yang ingin mengeruk keuntungan hingga ribuan dollar lewat obat-obatan dan vitamin yang ditawarkan,” ujarnya.

Jacko dilaporkan disuntik dengan obat penenang Demerol, obat sintetis sejenis morfin, beberapa saat sebelum ia terjatuh tidak sadarkan diri karena kerja jantungnya mendadak terhenti. Beberapa sumber yang dikutip The Sun mengklaim, Jacko disuntik setiap hari dengan Demerol dan dua penenang lainnya, Dilaudid dan Vicodin.

Delapan jenis obat setidaknya digunakan oleh Jacko menjelang kematiannya, di antaranya pereda kekakuan otot soma, antidepresi Zoloft, dan Paxil untuk mengatasi kecemasan. Obat-obatan itu digunakan Jacko saat ia berupaya menjaga stamina sebelum mengikuti konser di Inggris bulan depan.

Sumber: Kompas

Kematian sang raja popstar, Jacko, sungguh tragis. Banyak yang menuduh para dokter dan merasa itu adalah tanggung jawab para dokter. Banyak juga yang menyalahkan agen Jacko sendiri yang menggelar konser sedangkan kondisi Jacko dalam umur 50 tidak memungkinkan. Kehidupan Jacko belakangan pun tidak begitu menyenangkan. Dia terlibat dalam berbagai masalah termasuk hutang yang membelit. Apapun yang menimpa Jacko.. dia tidak dapat dilupakan sebagai sang raja pop. Hal ini pun boleh menjadi pembelajaran bagi kita semua. Dalam hidup ini yang ada hanyalah yang baik dan buruk. Semua tergantung pada kita, apakah kita ingin menjalani hidup ini dengan kebaikan atau keburukan. Kita tentu tidak ingin mendapati diri kita meninggal dengan penuh persoalan hidup. Hidup ini hanya sekali.. so be nice people!