Smartwatch lanjutan dari seri Watch GT 2 yang diperkenalkan tahun lalu, GT 2e hadir lebih sporty dengan merubah desain tombol kendali di sisi kanan dari bentuk “crown” menjadi tombol berbentuk persegi panjang, mungkin agar tidak menganggu ketika dipakai berolah raga dan lebih mudah dibersihkan.

Strap jam berdesain berlubang-lubang untuk sirkulasi, terintegrasi langsung ke badan jam tanpa model lugs yang menonjol, sehingga jam GT 2e ini tampil menyatu dengan strapnya. Meski tersedia semacam pin mirip quick release, strap Watch GT 2e ini tidak bisa dilepas dengan mudah seperti di Watch GT2.

Watch GT 2 ini hanya tersedia dalam satu ukuran yaitu berdiameter 46 mm, berbeda dengan Watch GT 2 yang menyediakan 2 macam diameter jam yakni 42 mm dan 46 mm. Watch GT 2 memiliki layar panel AMOLED berukuran 1,39 inci ( 454×454 piksel ). Ditenagai chip Kirin A1 dengan RAM 4 GB dan storage berkapasitas 4 GB.

Watch GT 2e pun tidak lagi menggunakan OS Google, melainkan LiteOS, dengan OS ini di klaim GT 2e mampu bertahan hingga 2 minggu atau 14 hari dalam sekali pengisian itu jika tidak mengaktifkan fitur “standby watch face” atau always-on display. GT 2e juga tidak bisa digunakan untuk menelepon seperti GT 2.

Watch GT 2e dibekali dengan kemampuan tracking untuk 15 jenis olahrga, termasuk berlari, bersepeda, berenang, hingga triathlon. Huawei turut membenamkan dukungan GPS dan GLONASS, untuk pelacakan rute saat berolahraga di luar ruangan. Watch GT 2e juga anti air dengan ketahanan hingga 5 ATM atau 50 meter di bawah permukaan air. Pengguna pun bisa tetap mengenakannya sambil berenang.

Huawei memasarkan Watch GT 2e di Indonesia dengan harga Rp 2,2 juta. Pre-order sudah bisa dilakukan saat ini di toko resmi Huawei di e-commerce JD.id dan Blibli, mulai 24 April hingga 4 Mei 2020. Harga tersebut lebih murah dibandingkan Watch GT 2 yang dijual Rp 2,8 juta pada saat pertama kali di luncurkan perdana di Indonesia.