Saat ini saya sangat menikmati memainkan game yang lagi viral Sausage Man. Game battle royale yang unik dengan karakter yang jenaka. Saya membaca awal mula tentang game ini melalui situs resmi XD.com. Tanggal 26 Juni 2021 game Sausage Man resmi dirilis di tiga negara yaitu Singapura, Indonesia dan Malaysia. Game ini diproduksi melalui tim perusahaan kecil Xiamen So Funny Technology yang berada di Xiamen. Tahun ini mereka merayakan empat tahun lahirnya game ini yang jatuh pada tanggal 8 Agustus. Konsep bermain yang terasa lebih lucu dan menyenangkan membuat game ini sangat dinikmati oleh segala usia, terbukti dengan jumlah unduhan di platform Tap Tap yang mencapai hingga jutaan kali. Tidak main-main, game ini bahkan menduduki peringkat pertama di Play Store. Tim perancang game ini menyakini bahwa game ini mampu bertahan untuk jangka waktu yang lama. Misi mereka ingin menjadikan game Sausage Man dan juga Tap Tap seperti Nintendo yang sangat terkenal di dalam dunia permainan segala usia. Dalam proses pengembangan yang terus menerus mereka lakukan hingga saat ini, mereka melibatkan para pemain untuk memberikan input melalui Tap.io. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk dapat terus bertahan di dunia games terlebih jenis permainan battle royale.

Karakter yang berbentuk sosis menjadi pilihan pihak pengembang setelah beberapa model menjadi pertimbangan mereka seperti Udon Man, Rice Cake Man, dan beberapa karakter aneh dan lucu dari urban vinyl toys lainnya. Karakternya yang unik dan lucu memang menyedot banyak perhatian. Terlihat jenaka membuat permainan ini terasa lebih ceria dibandingkan dengan game lain seperti PUBG atau Free Fire yang menawarkan karakter lebih realistis memberikan kesan lebih berat dan dewasa.

Namun, sekalipun game ini terasa lebih enerjik dan menyenangkan, ekosistem game ini bisa saja berubah menjadi ajang toxic karena game ini dimainkan semua usia. Tak semua orang dapat bersikap sportif dalam game kompetitif seperti ini. Jika artikel sebelumnya saya membahas sekilas tentang toxic player, sekarang saya ingin membahas sedikit tentang istilah “nyampah” di game battle royale. Saya pemain baru dalam jenis seperti ini, jadi maklum beberapa istilah in-game tidak saya pahami. Beberapa hari lalu saya bermain dengan kawan yang saya kenal melalui game ini. Terbilang cukup pro karena rank kawan saya sudah mencapai rank legendary, rank yang cukup berat dalam permainan ini. Saat bermain, kawan saya tiba-tiba menyelutuk, “Wah, aku disampahin dong”, katanya terdengar cukup kesal. Saya yang tidak mengerti istilah itu hanya mampu bertanya dalam hati, arti sampah apa. Tentu saja yang namanya sampah bukan hal yang positif, ditambah nada suara kawan saya terdengar cukup kesal, sehingga saya hanya dapat menyimpulkan jika istilah ini bermakna negatif. Setelah berhenti bermain, saya pun googling istilah ini. Ternyata “nyampah” adalah sebuah tindakan yang cukup dihindari oleh banyak pemain karena dianggap merugikan. Dalam permainan battle royale, nyampah atau kill steal berarti seorang dari tim akan mendapatkan poin kill dari pemain yang tereliminasi sekalipun ia hanya melakukan tembakan di akhir. Jadi dalam bahasa lainnya, “Aku yang capek bertempur, tapi kamu tiba-tiba datang ngekill”. Tentu saja hal ini dapat memicu konflik internal dalam tim tersebut. Hanya saja dalam game battle royale seperti ini tindakan nyampah seringkali tidak dapat dihindari, terutama bagi para pemain baru yang sedang menyesuaikan diri dengan game tersebut. Bermain dalam tim adalah sebuah kerjasama setiap orang yang termasuk di dalamnya. Ketika bermain bersama-sama, tujuan pribadi disingkirkan demi kemenangan bersama. Bukan lagi berapa jumlah pemain tersebut mampu mengeliminasi pemain lainnya, namun terlebih kepada bagaimana menjaga kerjasama yang baik antara satu pemain dengan pemain lainnya demi kemenangan tim dan bukan individu.

Bermainlah dengan sikap yang positif agar mampu menciptakan suasana bermain yang lebih baik dan menyenangkan.